Rancanganmu Bukanlah RancanganKu

KEJADIAN 30: 1-22

Kehidupan memang tidak pernah terlepas dari permasalahan dan semua orang baik besar, kecil, tua, muda ataupun anak-anak pasti punya masalah meskipun permasalahan yang dihadapi berbeda-beda. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini anda seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. I Petrus 1:7 menulis bahwa pencobaan yang kita hadapi bertujuan untuk membuktikan kemurnian iman kita–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kita memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Permasalahan juga dialami oleh keluarga Yakub ketika Rahel yang notabene adalah istri kesayangannya tidak bisa memberikan keturunan baginya. Setidaknya terdapat 3 Permasalahan yang dicatat pada nas ini. Pertama, terjadi persaingan yang tidak sehat diantara kedua istri Yakub. Yakub mengambil satu keputusan yang salah ketika memutuskan mengambil Lea sebagai istri meskipun pada awalnya Lea bukan merupakan tujuan yang ingin dicapai dengan mengabdikan diri selama tujuh tahun kepada Laban (Kejadian 29:28) Kedua, Yakub adalah tipe suami yang plin plan yang tidak memiliki pendirian. Sebagai kepala dalam rumah tangga Yakub tidak memiliki satu pegangan yang teguh. Terkadang ia tampak rohani seperti jawaban yang diberikannya kepada Rahel istrinya “Akukah

pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?” namun di lain kesempatan ia dijadikan seperti piala bergilir oleh istri dan budak-budak istrinya. Bahkan Lea dengan sangat berani berkata “Engkau harus singgah kepadaku malam ini, sebab memang engkau telah kusewa dengan buah dudaim anakku”. Lalu Yakub menurutinya. Hal ini menunjukkan bahwa Yakub adalah lelaki yang tergadai yang tidak memiliki harga diri dan pendirian. Ketiga, pada saat Rahel tidak tahan menghadapi ejekan serta cemoohan dari madunya (Lea) yang juga merupakan kakak kandungnya, ia berusaha mencari sebuah solusi instan. Dia meminta Yakub untuk menghampiri budak yang dibawanya. Dan lagi-lagi Yakub menunjukkan sikap bahwa dia merupakan lelaki yang tidak memiliki pendirian sehingga pada akhirnya ia menghampiri budak tersebut. Kesalahan ini merupakan kesalahan terbesar yang dilakukan. Mengapa? Rahel telah dengan lancang menggantikan peran Allah dalam kehidupan keluarganya. Dia tidak mau diproses dalam kerangka kerja Allah dengan cara mendahului rencana Allah melalui jalan pintas. Apakah hal tersebut merupakan sebuah solusi? Bukan! Buktinya adalah permusuhan masih terus terjadi sampai kepada keturunannya. Yusuf dibenci, dibuang ke sumur, dijual ke Mesir, difitah oleh istri Potifar, dipenjara oleh saudara-saudaranya. Mungkin hari-hari ini kita diperhadapkan pada permasalahan yang rumit, pelik dan tak kunjung ada jalan keluar. Pencobaan itu mengombang-ambingkan pikiran dan perasaan kita namun ketahuilah pencobaan-pencobaan yang kita alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Jangan bertindak gegabah seperti yang ditunjukkan oleh Yakub dan Rahel meskipun tampak mereka dapat membantu Tuhan Allah dalam segala rencanaNya tapi sesungguhnya bukan itu yang direncanakan Tuhan. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan. Pada waktu kita dicobai Ia akan memberikan kepada kita jalan ke luar, sehingga kita cakap menanggungnya (I Korintus 10:13). Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Dia akan selalu menopang kita sehingga pencobaan itu tidak akan membuat kita terjatuh apalagi tergeletak apabila kita tidak menduakanNya dalam kehidupan kita karena orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya (Yakobus 1:8 ). Mungkin tanpa sadar kita telah menduakanNya dengan anak, istri, suami ataupun berkat-berkat yang dikaruniakanNya kepada kita. Sadarilah bahwa ia berkuasa untuk mengambil kembali apapun yang telah merampas posisiNya dalam kehidupan kita.

Klik disini KOMPLEKSITAS PENDIDIKAN KRISTEN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: